Lowongan Kerja Program Staf Pendukung Operasi Bank BCA

Menurut hasil pencarian beberapa bulan lalu, lowongan Kerja yang paling banyak dicari untuk bidang perbankan yaitu lowongan kerja bank BCA, Bank BCA ini sudah berdiri sejak 1957 dan hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia dan tumbuh menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia. sudah ada 60 tahun Bank BCA tidak pernah berhenti menawarkan beragam solusi perbankan yang menjawab kebutuhan finansial nasabah dari berbagai kalangan. dengan adanya beragam produk dan layanan yang tentunya sudah berkualitas dan tepat sasaran, Bacnk BCA dengan solusi finansial BCA akan mendukung perencanaan keuangan pribadi dan perkembangan nasabah bisnis. Hal ini tentunya didukung oleh kekuatan jaringan antar cabang, luasnya jaringan ATM, serta jaringan perbankan elektronik lainnya, siapa saja dapat menikmati kemudahan dan kenyamanan bertransaksi yang ditawarkan BCA. Sesuai dengan komitmen Bank BCA yaitu “Senantiasa di Sisi saudara”, Bank BCA akan terus berupaya menjaga segala kepercayaan dan harapan seitap nasabah kami serta para pemangku kepentingan. Memenangkan kepercayaan untuk memberikan solusi terbaik bagi kebutuhan finansial para nasabah merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi BCA. adapun dari Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia no.42855/ U.M.II tertanggal 14 Maret 1957 perihal ijin melakukan usaha bank. Saat ini Bank BCA sedang membuka lowongan kerja terbaru, akan merangkum posisi yang tersedia dan silakan sobat melakukan pendaftaran dari tautan yang kami sediakan. Berikut ini informasi posisi yang dibutuhkan serta dengan persyaratannya:

Program  Frontliner Bank BCA

Posisi dan Persyaratan Lowongan Bank BCA :
Persyaratan :

Program Staf Pendukung Operasi (PSPO) Hukum
Gambaran Program :

  • Peserta Program Staf Pendukung Operasi akan menjalani pelatihan di BCA selama 1 tahun. Peserta yang lulus pelatihan akan diangkat menjadi karyawan tetap sebagai staf pendukung operasi (administrasi) di Kantor Wilayah ataupun Kantor Cabang BCA.
Lihat -   Lowongan Kerja Terbaru Bank Mandiri 2018

Persyaratan :

  • Pendidikan minimal (sekurang-kurangnya) S1 dari semua jurusan
  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal (sekurang-kurangnya) 2.75 dari skala 4.00
  • Umur/usia maksimal 25 tahun
  • Mempunyai kemampuan analisa yang baik
  • Mempunyai kemampuan interpersonal yang baik
  • Mempunyai keinginan berprestasi
  • Tidak pernah terlibat obat terlarang dan pelanggaran hukum lainnya
  • Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama pendidikan
  • Bersedia menjalani ikatan dinas setelah pendidikan
  • Penempatan di Jabodetabek

Bagi kalian yang berminat dan memenuhi syarat, silakan melakukan pendaftaran secara online melaluisitus rekrutmen bank BCA pada laman ini : Pendaftaran. Rekrutmen ini tidak dipungut biaya; Buka sampai 30 april 2018. DAN hanya pelamar yang memenuhi syarat yang akan diproses.

Leave your thoughts

Jobs Counter

Arsip

Recent Jobs

Rumah Sakit Rasyida Siantar adalah rumah sakit umum yang dimiliki oleh Prof. Dr.Harun Rasyid Lubis, SpPD-KGH, yang lebih dikenal dgn “BAPAK GINJAL” kota Medan dan sekitarnya (SUMATERA UTARA). Memiliki komitmen dalam ekspansi usaha di Kota Pematangsiantar yang terletak di Jl. Seram Atas No. 5 B, Bantan, Siantar Barat, Pematangsiantar SUMUT. Rumah sakit dengan mengedepankan fasilitas Layanan Instalasi Hemodialisa nya. Kami mencari putra-putri terbaik bangsa untuk mengembangkan karir dengan bergabung bersama kami.

Tanggung Jawab Pekerjaan :
  • 1. Pelayanan Resep
  • a. Skrining Resep
  • Apoteker melakukan skrining resep meliputi:
  • 1) Persyaratan Administratif :
  • – Nama, SIP dan alamat dokter
  • – Tanggal penulisan resep
  • – Tanda tangan/paraf dokter penulis resep
  • – Nama, alamat, umur, jenis kelamin dan berat badan pasien
  • – Nama obat, potensi, dosis, dan jumlah yang minta
  • – Cara pemakaian yang jelas
  • – Informasi lainnya
  • 2) Kesesuaian farmasetik: bentuk sediaan, dosis, potensi, stabilitas, inkompatibilitas, cara dan lama pemberian.
  • 3) Pertimbangan klinis : adanya alergi, efek samping, interaksi, kesesuaian (dosis, durasi, jumlah obat dan lain lain). Jika ada keraguan terhadap resep hendaknya dikonsultasikan kepada dokter penulis resep dengan memberikan pertimbangan dan alternatif seperlunya bila perlu menggunakan persetujuan setelah pemberitahuan.
  • b. Penyiapan obat
  • 1) Peracikan
  • Merupakan kegiatan menyiapkan, menimbang, mencampur, mengemas dan memberikan etiket pada wadah. Dalam melaksanakan peracikan obat harus dibuat suatu prosedur tetap dengan memperhatikan dosis, jenis dan jumlah obat serta penulisan etiket yang benar.
  • 2) Etiket
  • Etiket harus jelas dan dapat dibaca.
  • 3) Kemasan Obat yang Diserahkan
  • Obat hendaknya dikemas dengan rapi dalam kemasan yang cocok sehingga terjaga kualitasnya.
  • 4) Penyerahan Obat
  • Sebelum obat diserahkan pada pasien harus dilakukan pemeriksaan akhir terhadap kesesuaian antara obat dengan resep. Penyerahan obat dilakukan oleh apoteker disertai pemberian informasi obat dan konseling kepada pasien.
  • 5) Informasi Obat
  • Apoteker harus memberikan informasi yang benar, jelas dan mudah dimengerti, akurat, tidak bias, etis, bijaksana, dan terkini. Informasi obat pada pasien sekurang-kurangnya meliputi: dosis, efek farmakologi, cara pemakaian obat, cara penyimpanan obat, jangka waktu pengobatan, aktivitas serta makanan dan minuman yang harus dihindari selama terapi.
  • 6) Konseling
  • Apoteker harus memberikan konseling mengenai sediaan farmasi, pengobatan dan perbekalan kesehatan lainnya, sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup pasien atau yang bersangkutan terhindar dari bahaya penyalahgunaan atau penggunaan salah sediaan farmasi atau perbekalan kesehatan lainnya. Untuk penderita penyakit tertentu seperti kardiovaskular, diabetes, TBC, asma, dan penyakit kronis lainnya apoteker harus memberikan konseling secara berkelanjutan.
  • 7) Monitoring Penggunaan Obat
  • Setelah penyerahan obat kepada pasien, Apoteker harus melaksanakan pemantauan penggunaan obat, terutama untuk pasien tertentu seperti kardiovaskular, diabetes, TBC, asma, dan penyakit kronis lainnya.
  • 2. Promosi dan Edukasi
  • Dalam rangka pemberdayaan masyarakat, Apoteker harus memberikan edukasi apabila masyarakat ingin mengobati diri sendiri (swamedikasi) untuk penyakit ringan dengan memilihkan obat yang sesuai dan apoteker harus berpartisipasi secara aktif dalam promosi dan edukasi. Apoteker ikut membantu diseminasi informasi, antara lain dengan penyebaran leaflet/brosur, poster, penyuluhan, dan lain-lain.
  • 3. Pelayanan Residensial (Home Care)
  • Apoteker sebagai care giver diharapkan juga dapat melakukan pelayanan kefarmasian yang bersifat kunjungan rumah, khususnya untuk kelompok lanjut usia dan pasien dengan pengobatan penyakit kronis lainnya. Untuk aktivitas ini Apoteker harus membuat catatan berupa catatan pengobatan (medication record).
Syarat Pengalaman :

Ijazah telah terdaftar pada Departemen Kesehatan.

Kualifikasi :
  • Sehat Jasmani dan Rohani
  • Mampu bekerja dalam tim
  • Memiliki STR yang masih aktif

Keahlian :

  • Mampu melakukan praktik kefarmasian secara profesional dan etik
  • Mampu menyelesaikan masalah terkait dengan penggunaan sediaan farmasi
  • Mampu melakukan dispensing sediaan farmasi dan alat kesehatan
  • Mampu memformulasikan dan memproduksi sediaan farmasi dan alat kesehatan sesuai standart yang berlaku
  • Mempunyai keterampilan dalam pemberian informasi sediaan farmasi dan alat kesehatan
  • Mampu berkonstribusi dalam upaya preventif dan promotif kesehatan masyarakat
  • Mampu mengelola sediaan farmasi dan alat kesehatan sesuai dengan standart yang berlaku
  • Mempunyai keterampilan organisasi dan mampu membangun hubungan interpersonal dalam melakukan praktik kefarmasian
  • Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhubungan dengan kefarmasian

Silahkan Login terlebih dahulu untuk bisa melamar pekerjaan ini. Jika anda belum memiliki account, registrasi terlebih dahulu sebagai pencari kerja disini



%d blogger menyukai ini: